Pseudocode

Pseudocode

                   Pseudo Code adalah urutan baris algoritma seperti kode pemrograman dan tidak memiliki sintak yang baku. Dalam kata lain bahasa algorimik (sering juga di sebut pseudo-code) adalah sebuah bahasa penengah antara manusia dan komputer, sebenarnya komputer tidak dapat langsung mengeksekusinya. Bahasa algoritmik dibuat untuk memudahkan algoritma dengan bahasa manusia diubah menjadi bahasa pemrograman apa pun yang dimengerti oleh komputer. Pseudo Code lebih umum digunakan oleh programmer yang berpengalaman. Akan tetapi, flowchart lebih mudah dimengerti oleh programmer pemula, pseudo code sangat mudah diimplementasikan ke dalam kode program dibandingkan dengan flowchart. Kita bisa bebas menulis pseudo code selama itu mudah dimengerti bagi orang lain. Tetapi disarankan untuk menggunakan keyword yang umum digunakan seperti : if, then, else, while, do, repeat, for, dan lainnya. Dan ikuti gaya penulisan pemrograman seperti Pascal, C++, dll. Perhatikan kode dibawah ini :

  1. Mulai
  2. Masukkan sebuah angka
  3. Masukkan sebuah angka dan tampilkan
  4. Ambil angka yang sebelumnya dan tampilkan
  5. Selesai

Walaupun pseudo code diatas masih bisa dimengerti tetapi ada beberapa statemen yang ambigu. Dari baris kedua, kita tidak tahu kemana angka tersebut disimpan dan kita juga tidak tahu angka yang mana yang dimaksud untuk “angka yang sebelumnya”. Apakah angka yang pertama atau yang kedua. Pseudo Code diatas dapat dimodifikasi menjadi seperti berikut :

  1. Start
  2. Masukkan A
  3. Masukkan B, Tampilkan B
  4. Tampilkan A
  5. End

Pseudo Code diatas lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kita bisa dengan jelas melihat dimana angka disimpan dan angka yang mana yang ditampilkan. Sekarang kita akan mengubah flowchart pada gambar 1.2

  1. Start
  2. Masukkan A dan B
  3. C = A + B
  4. Tampilkan C
  5. End

 

DIAGRAM ALIR

Diagram Alir

  • Diagram alir adalah diagram yang menggambarkan bagaimana jalankan program mulai dari awal hingga akhir. Setiap diagram alir harus mempunyai titik awal dan titik akhir (start and stop). Diagram alir dibentuk dengan memanfaatkan simbol-simbol tertentu. Pembentukan diagram alir umumnya sebagai bahan mentah sebelum kode program sesungguhnya dibuat.
    Diagram alir terbagi atas 2 (dua) jenis, yaitu:
    - diagram alir program (program flow chart)
    - diagram alir sistem (sistem flow chart)
  •  Diagram alir program
    Diagram alir program menggambarkan urutan pengerjaan dari suatu program dengan memanfaatkan simbol-simbol tertentu.
  •  Diagram alir sistem
    Diagram alir sistem merupakan diagram alir yang menggambarkan sistem secara keseluruhan. Dapat dikatakan diagram alir sistem menggambarkan sistem secara umum sedangkan diagram alir program menggambarkan sistem secara rinci.

 

ALGORITMA

ALGORITMA

  • Algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.
  • Desain dan analisi algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.
  • Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.